Total Tayangan Halaman

Minggu, 22 Februari 2009

Reformasi

Reformasi yang

Menumbuhkan

Optimisme


Mungkin banyak di antara kita yang tidak mengetahui bahwa tanggal 30 Oktober adalah Hari Keuangan Republik Indonesia. Bagi sebuah Negara yang terus membangun, membicarakan soal keuangan Negara menjadi sesuatu yang sangat penting.

Dari mana negara memperoleh uanh untuk menghidupi ‘rumah tangganya’? Dari mana lagi kalau bukan dari penduduknya yang telah menikmati fasilitas dari negara. Dengan cara apa negara (pemerintah) meminta dana dari rakyatnya? Apalagi kalau bukan dengan cara memungut pajak.

Itu adalah cara yang ditempuh oleh banyak negara, tidak terkecuali Indonesia. Maka adalah hal yang wajar saja jika dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), pemasukan negara yang bersumber dari pajak, tetap menempati porsi saling besar, sekitar 70% dari total pendapatan dalam negeri.

Begitu pentingnya arti pajak bagi pembangunan di negeri ini. Bahkan, Presiden sebagai Wajib Pajak telah memberi contoh yang baik dengan membayar dan melaporkan pajaknya tepat waktu. Seharusnya contoh yang sangat baik ini diikuti oleh seluruh pejabat di Indonesia dan masyarakat pada umumnya.

Masih banyak masyarakat kita tampaknya ‘alergi’ mendengar kata pajak. Ataupun malah merasa takut. Apalagi begitu mendengar kata ’petugas pajak’, sebisa mungkin dihindari. Penggunaan uang pajak yang dianggap kurang efisien juga menjadi penyebab enggannya orang membayar pajak.

Itu jelas merupakan tantangan buat Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak yang mendapat tugas mengisi pundi-pundi APBN. Untuk meningkatkan citra sehingga dapat dipercaya oleh masyarakat.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar