Total Tayangan Halaman

Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 08 Maret 2014

soal vektor

1.         Diketahui vektor a̅ = 2i + 3j – k  vektor b̅ = i – k  dan c̅ = 2j – k maka a̅ + 2b̅ - c̅
A.    4i +j + k
B.     4i – i + k
C.     4i + j – k
D.    -4i = j + k
E.     4i + j – 2k
2.          Diketahui vektor  a = 3i + j – 2k ,  b = – i + 2j + 4k  dan  c = i – j + 2k. Hasil dari  2a –  b + c   adalah . . . .
A.  6i + j – 10k
B.  6i + 4j – 6k
C.  8i – j – 4k
D.  6i – j – 6k
E.   8i – j – 6k
3.          Diketahui vektor  a = – i –  j + 2k ,  b = i – 2j + k, besar sudut yang dibentuk oleh vektor a dan b adalah . . . .  
A.  0°
B.  30°
C.  45°
D.  60°
E.   90°
4.             Diketahui vektor  = i – 3j – 3k, = 2i + j + 2 k dan  = -i + 2j – 2k.   Vektor  –  + 3 adalah  . . . .
A.  2i – j – 4k                 
B.  -4i + 2j – 11k
C.  -i – 8j – 11k
D.  3i – j – 11k
E.   -i + j + k
5.         Diketahui vektor a : i + 2j – k  dan vektor b : 3j + xk, jika a.b = 4 maka nilai x adalah
A.  3
B.  5
C.  4
D.   – 2
E.     2
13.         
6.         Diketahui a = i + 2j + 3k, b = – 3i – 2j – k, dan c = i – 2j + 3k, maka 2a + b – c = …
A.  2i – 4j + 2k
B.  2i + 4j – 2k
C.  –2i + 4j – 2k
D.  2i + 4j + 2k
E.   –2i + 4j + 2k
7.         Diketahui vektor a̅ = 2i + 3j – k  vektor b̅ = i – k  dan c̅ = 2j – k maka a̅ + 2b̅ - c̅
A.    4i +j + k
B.           4i – i + k
C.           4i + j – k
D.          -4i = j + k
E.     4i + j – 2k
8.         Diketahui vektor  = - i + 3j – 2k dan = 2i + j - 3k. Besar sudut antara dua vektor adalah....
A.  300
B.  450
C.  600
D.  1200
E.   1500
  
9.         Sudut antara vektor a = i + j dan b =  - i + k adalah.....
A.  30                                         
B.  45
C.  60                                         
D.  120               
E.   150   

soal irisan kerucut


SOAL :
No 1 - 3 :         Tentukan koordinat titik pusat dan panjang jari-jari lingkaran dengan persamaan :
1.              x2 + y2 = 64
2.             (x – 2)2 + (y + 3)2 = 20
3.             x2 + y2 + 4x + 12y – 9  = 0
N0 4 - 6 :         Tuliskanlah persamaan lingkaran jika diketahui :
4.             Berpusat di titik (0,0) dan berjari-jari 7
5.             Berpusat di (-3,-1) dan berjari-jari 5
6.             Berpusat di (4,1) dan menyinggung sumbu Y
No 7 - 10 :       Tentukan unsur-unsur pada parabola (Puncak,Fokus,Garis direktriks,Sumbu simetri, Arah membuka parabola) dengan persamaan  :
7.             y2 = 12x
8.             x2 = - 32y
9.             (x - 3)2 = 4(y + 4)
10.         x2 + 6x – 8y – 31 = 0

Selasa, 07 April 2009

Menilik Keragaman Kurikulum Pendidikan

Menilik Keragaman

Kurikulum Pendidikan


KEBERAGAMAN dunia pendidikan saat ini merupakan salah satu cerminan banyaknya jalan meraih pendidikan terbaik bagi anak. Jika dulu hanya ada satu kurikulum yang ditertapkan oleh pemerintah pusat, kini banyak sekolah memperkenalakan sistem kurikulum baru yang memberi pilihanlebih luas kepada masyarakat.

Mulai dari sekolah nasioal, nasional plus, hingga internasional, kini jamak ditemui di berbagai sudut negeri ini.

Jika mau ditilik lebih dalam, masing-masing memiliki keunggulan tersendiri dalam hal metode pembelajaran yang diterapkan serta adanya kurikulum yang ditambahkan. Dalam hal ini, sekolah nasional adalah sekolah konvensional yang menerapkan program pemerintah secara utuh, sementara sekolah nasional plus umunya menggandeng institusi lain untuk bekerja sama dan menggabungkan kurikulum dari institusi tersebut dengan kurikulum nasional. Institusi asing yang kerap diajak kerja sama anatara lain IB (Internasional Baccalaureate) dari Swiss atau Cambridge dari Inggris.

Minggu, 22 Februari 2009

Reformasi

Reformasi yang

Menumbuhkan

Optimisme


Mungkin banyak di antara kita yang tidak mengetahui bahwa tanggal 30 Oktober adalah Hari Keuangan Republik Indonesia. Bagi sebuah Negara yang terus membangun, membicarakan soal keuangan Negara menjadi sesuatu yang sangat penting.

Dari mana negara memperoleh uanh untuk menghidupi ‘rumah tangganya’? Dari mana lagi kalau bukan dari penduduknya yang telah menikmati fasilitas dari negara. Dengan cara apa negara (pemerintah) meminta dana dari rakyatnya? Apalagi kalau bukan dengan cara memungut pajak.

Itu adalah cara yang ditempuh oleh banyak negara, tidak terkecuali Indonesia. Maka adalah hal yang wajar saja jika dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), pemasukan negara yang bersumber dari pajak, tetap menempati porsi saling besar, sekitar 70% dari total pendapatan dalam negeri.

Begitu pentingnya arti pajak bagi pembangunan di negeri ini. Bahkan, Presiden sebagai Wajib Pajak telah memberi contoh yang baik dengan membayar dan melaporkan pajaknya tepat waktu. Seharusnya contoh yang sangat baik ini diikuti oleh seluruh pejabat di Indonesia dan masyarakat pada umumnya.

Masih banyak masyarakat kita tampaknya ‘alergi’ mendengar kata pajak. Ataupun malah merasa takut. Apalagi begitu mendengar kata ’petugas pajak’, sebisa mungkin dihindari. Penggunaan uang pajak yang dianggap kurang efisien juga menjadi penyebab enggannya orang membayar pajak.

Itu jelas merupakan tantangan buat Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak yang mendapat tugas mengisi pundi-pundi APBN. Untuk meningkatkan citra sehingga dapat dipercaya oleh masyarakat.