Total Tayangan Halaman
Sabtu, 08 Maret 2014
soal vektor
soal irisan kerucut
Selasa, 07 April 2009
Menilik Keragaman Kurikulum Pendidikan
Menilik Keragaman
Kurikulum Pendidikan
KEBERAGAMAN dunia pendidikan saat ini merupakan salah satu cerminan banyaknya jalan meraih pendidikan terbaik bagi anak. Jika dulu hanya ada satu kurikulum yang ditertapkan oleh pemerintah pusat, kini banyak sekolah memperkenalakan sistem kurikulum baru yang memberi pilihanlebih luas kepada masyarakat.
Mulai dari sekolah nasioal, nasional plus, hingga internasional, kini jamak ditemui di berbagai sudut negeri ini.
Jika mau ditilik lebih dalam, masing-masing memiliki keunggulan tersendiri dalam hal metode pembelajaran yang diterapkan serta adanya kurikulum yang ditambahkan. Dalam hal ini, sekolah nasional adalah sekolah konvensional yang menerapkan program pemerintah secara utuh, sementara sekolah nasional plus umunya menggandeng institusi lain untuk bekerja sama dan menggabungkan kurikulum dari institusi tersebut dengan kurikulum nasional. Institusi asing yang kerap diajak kerja sama anatara lain IB (Internasional Baccalaureate) dari Swiss atau Cambridge dari Inggris.
Minggu, 22 Februari 2009
Reformasi
Reformasi yang
Menumbuhkan
Optimisme
Mungkin banyak di antara kita yang tidak mengetahui bahwa tanggal 30 Oktober adalah Hari Keuangan Republik Indonesia. Bagi sebuah Negara yang terus membangun, membicarakan soal keuangan Negara menjadi sesuatu yang sangat penting.
Dari mana negara memperoleh uanh untuk menghidupi ‘rumah tangganya’? Dari mana lagi kalau bukan dari penduduknya yang telah menikmati fasilitas dari negara. Dengan cara apa negara (pemerintah) meminta dana dari rakyatnya? Apalagi kalau bukan dengan cara memungut pajak.
Itu adalah cara yang ditempuh oleh banyak negara, tidak terkecuali Indonesia. Maka adalah hal yang wajar saja jika dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), pemasukan negara yang bersumber dari pajak, tetap menempati porsi saling besar, sekitar 70% dari total pendapatan dalam negeri.
Begitu pentingnya arti pajak bagi pembangunan di negeri ini. Bahkan, Presiden sebagai Wajib Pajak telah memberi contoh yang baik dengan membayar dan melaporkan pajaknya tepat waktu. Seharusnya contoh yang sangat baik ini diikuti oleh seluruh pejabat di Indonesia dan masyarakat pada umumnya.
Masih banyak masyarakat kita tampaknya ‘alergi’ mendengar kata pajak. Ataupun malah merasa takut. Apalagi begitu mendengar kata ’petugas pajak’, sebisa mungkin dihindari. Penggunaan uang pajak yang dianggap kurang efisien juga menjadi penyebab enggannya orang membayar pajak.
Itu jelas merupakan tantangan buat Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak yang mendapat tugas mengisi pundi-pundi APBN. Untuk meningkatkan citra sehingga dapat dipercaya oleh masyarakat.